Basic Tentang Hidroponik

Menanam tanaman secara hidroponik belakangan ini cukup populer di kalangan para hobiis tanaman. Ada yang cuma sekedar hobi dan menanam sayuran hidroponik di rumah dalam skala kecil menggunakan metode sederhana. Ada pula yang membudidayakan sayuran hidroponik skala besar untuk tujuan komersil. Apapun itu, pada dasarnya budidaya tanaman hidroponik sama saja dengan budidaya tanaman biasa ditinjau dari syarat hidup dan tumbuh tanaman.

Beberapa hal tentang budidaya hidroponik berikut ini merupakan pengetahuan umum dan mendasar yang harus anda ketahui sebelum memulai menanam tanaman/sayuran baik di pekarangan rumah, di pot/polybag maupun yang akan menanam dengan metode hidroponik. Harapannya dengan mengetahui hal ini, beberapa permasalahan yang muncul ketika bertanam hidroponik, entah itu tanaman hidroponik yang mati, tidak bisa tumbuh maksimal, atau produksi yang tidak sesuai target boleh jadi disebabkan oleh tidak terpenuhinya salah satu faktor penentu tumbuh kembang tanaman hidroponik di bawah ini.

Secara umum kebutuhan dasar yang diperlukan tanaman hidroponik untuk tumbuh adalah:

  1. Air
  2. Oksigen
  3. Cahaya
  4. Suhu yang tepat
  5. Nutrisi mineral
Keterangan dari masing-masing unsur di atas adalah sebagai berikut:

Kebutuhan Dasar Tanaman Hidroponik

1. Air
Kualitas air dapat menjadi masalah serius terutama jika anda mengaplikasikan sistem hidroponik dalam menanam tanaman. Air dengan alkalinitas berlebihan atau kadar garam tinggi dapat mengakibatkan ketidakseimbangan kandungan nutrisi dan gangguan pertumbuhan tanaman.
Air dengan kadar garam lebih dari 0,5 juta atau 320 ppm (bagian per juta) tidak boleh digunakan karena menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi. Jika air yang ada di sekitar anda berkualitas buruk, bisa ditangani terlebih dahulu dengan filterisasi, aerasi dan lain-lainnya untuk mengkompensasi kadar garam dalam air baku.Ketika media tanam berkurang kadar kelembapannya dan tanaman kekurangan pasokan air bisa menyebabkan akar tanaman mengering bahkan beberapa akan mati. Meskipun kemudian tanaman digenangi air dan kelembapan dinormalkan kembali, butuh waktu lama bagi tanaman untuk pulih ke kondisi prima. Hal ini akan berakibat produktifitas tanaman tidak bisa maksimal.

2. Oksigen
Selain digunakan untuk respirasi, oksigen juga dibutuhkan tanaman dalam sistem perakarannya guna melaksanakan fungsi akar dalam menyerap air dan hara.
Pada media tanah umumnya kebutuhan oksigen sudah tersedia cukup, namun pada tanaman yang tumbuh dalam air, pasokan oksigen terlarut dalam air akan cepat terkuras dan dapat menjadi berkurang drastis saat suhu air terlalu tinggi. Akar akan menjadi rusak atau mati ketika kebutuhan oksigen tidak tersedia. Oleh karena itu pada jenis tanaman yang dibudidayakan di air dibutuhkan campur tangan manusia untuk memastikan ketersediaan kebutuhan tanaman akan oksigen. Umumnya metode untuk memasok oksigen pada tanaman hidroponik adalah melalui gelembung udara dalam larutan nutrisi.
Tetapi untuk beberapa sistem hidroponik seperti NFT system, aeroponik, atau sistem alir kontinu tidak diperlukan.

3. Cahaya
Sebagian besar jenis tanaman sayuran daun, buah dan juga bunga memerlukan sekurangnya 8 sampai 10 jam sinar matahari langsung setiap hari untuk menghasilkan kualitas tanaman yang baik.
Tetapi ada juga beberapa jenis tanaman yang justru mengalami masalah dengan terik panas matahari.
Untuk mengatasi ini bisa disiasati dengan mengurangi intensitas panas matahari yang terpapar langsung pada tanaman dengan bantuan kain putih atau jaring.

Untuk memastikan semua tanaman cukup terpapar sinar matahari, atur jarak yang cukup antar tanaman. Usahakan jangan terlalu rapat agar pertumbuhan tanaman bisa melebar ke samping.
Sedangkan untuk mensiasati cuaca mendung/musim penghujan sebaiknya ppm / EC larutan nutrisi hidroponik di tingkatkan.

4. Suhu
Tanaman akan dapat tumbuh dengan baik hanya dalam rentang suhu terbatas. Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman akan terganggu sehingga mengurangi produksitifitasnya. Umumnya untuk sebagian besar tanaman sayuran hidroponik membutuhkan suhu ideal antara 23° C – 26° C. Jika memang anda hendak serius bertanam jangan abaikan hal ini. Membeli alat pengukur suhu ruangan sekarang sudah sangat murah.

5. Nutrisi mineral
Tanaman memerlukan mineral tertentu untuk dapat bertahan hidup yang dipasok melalui akar.
Dalam pertanian umumnya mineral ini disediakan oleh tanah dan dengan penambahan pupuk seperti pupuk kandang, kompos, pupuk anorganik dan garam2 mineral lainnya.

Dalam metode hidroponik unsur-unsur penting yang dibutuhkan tanaman ini di buat dari garam2 mineral yang telah dimurnikan sehingga larut dalam air dan di ukur keseimbangannya. Nutrisi mineral yang dibutuhkan dalam jumlah besar contohnya adalah nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, dan sulfur. Sedangkan unsur-unsur mikronutrien seperti besi, mangan, boron, seng, tembaga, molibdenum, dan klorin juga dibutuhkan tetapi dalam jumlah yang sangat kecil.

Unsur Hara / Nutrisi Tanaman Hidroponik

Pemberian unsur hara/nutrisi hidroponik yang teratur sangatlah penting pada tanaman hidroponik, karena media hanya berfungsi sebagai penopang tanaman dan sarana meneruskan larutan atau air yang berlebihan.

Larutan nutrisi yang berisi unsur hara tersedia bagi tanaman pada pH 5.5 – 7.5, tetapi yang terbaik adalah 6.5, karena pada kondisi ini unsur hara dalam keadaan tersedia bagi tanaman. Unsur hara makro dibutuhkan dalam jumlah besar dan konsentrasinya dalam larutan relatif tinggi. Termasuk unsur hara makro adalah N, P, K, Ca, Mg, dan S. Unsur hara mikro hanya diperlukan dalam konsentrasi yang rendah, yang meliputi unsur Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo, dan Cl. Kebutuhan tanaman akan unsur hara berbeda-beda menurut tingkat pertumbuhannya dan jenis tanaman.

Nutrisi hidroponik dibuat dengan cara melarutkan garam-garam pupuk dalam air. Berbagai garam jenis pupuk dapat digunakan untuk larutan hara, pemilihannya biasanya atas harga dan kelarutan garam pupuk tersebut.

Larutan hidroponik yang umum dipakai adalah AB mix.  “Zarity “ AB mix merupakan larutan hidroponik yang dapat digunakan sebagai suplai hara baik makro maupun mikro untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang optimum. Pupuk hidroponik “Zarity” terdiri 2 larutan. larutan pertama atau A mix mengandung hara N, K, Ca dan Fe dan B mix mengandung hara p dan hara mikro.

Peran Unsur Hara untuk Tanaman Hidroponik

nutrisi tanaman hidroponik

Berikut ini saya jelaskan peranan tiap unsur hara pada pertumbuhan tanaman. Tidak semua saya cantumkan, hanya beberapa unsur hara makro saja yang menurut saya cukup vital. Sedangkan untuk unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman dalam dosis kecil, meskipun penting juga tidak saya bahas di sini. Jika dirasa pengetahuan anda tentang unsur hara makro dan peranannya untuk pertumbuhan tanaman sudah cukup silakan melanjutkan belajar sendiri tentang peranan unsur hara mikro untuk mendapatkan produksi tanaman yang maksimal.

1. Nitrogen
Kebutuhan tanaman akan unsur ini sangatlah besar dan memiliki fungsi yang sangat vital bagi tumbuhan. Beberapa fungsi dan manfaat dari unsur hara nitrogen diantaranya adalah:
– Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan
– Berfungsi untuk sintesa asam amino dan protein dalam tanaman
– Merangsang pertumbuhan vegetatif (warna hijau) seperti daun
– Merupakan bagian dari sel tanaman itu sendiri
Untuk jenis tanaman yang produknya berupa buah, dosis nitrogen kurang begitu berpengaruh. Tetapi untuk tanaman dengan produk berupa batang atau bagian yang tumbuh pada fase vegetatif sangat penting.

2. Phospor
Beberapa fungsi dan manfaat unsur hara fosfor diantaranya:
– Berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman
– Merangsang pembungaan dan pembuahan
– Merangsang pertumbuhan akar
– Merangsang pembentukan biji
– Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel
Dikarenakan fosfor adalah unsur yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan akar pada tanaman, maka seperti halnya unsur nitrogen, untuk tanaman yang produknya berupa buah peran unsur hara fosfor kurang begitu signifikan. Tetapi untuk tanaman jenis umbi-umbian yang produknya berupa umbi atau akar akan cukup berpengaruh.

3. Kalium
Peran kalium dalam pertumbuhan tanaman diantaranya adalah:
– memperkuat bagian kayu tanaman,
– meningkatkan kualitas buah, dan
– menambah ketahanan terhadap hama dan penyakit serta kekeringan.
Unsur hara kalium merupakan unsur yang digunakan untu kekebalan oleh tanaman. Jadi secara logis unsur ini sangat berperan penting dalam produksi tanaman dikarenakan menjaga kondisi tanaman tetap kebal dari serangan penyakit.

Mengenali Gejala Kekurangan Unsur Hara Nitrogen (N), Fosfor (P) dan Kalium (K)

1. Kekurangan Unsur Hara Nitrogen
Unsur hara nitrogen merupakan unsur yang bersifat mobil di dalam tanaman, jadi gejala akan dimulai pada daun-daun yang tua kemudian daun-daun tersebut berubah warna menjadi kuning hal ini disebabkan oleh terbentuknya anthocyanin.
Gejala yang terjadi akibat kekurangan nitrogen diantaranya:
– Warna daun hijau agak kekuning-kuningan selanjutnya menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan
– Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil
– Perkembangan buah tidak sempurna atau tidak baik, seringkali masak sebelum waktunya
– Daun penuh dengan serat karena menebalnya membran sel daun
– Dalam keadaan kekurangan yang parah, daun menjadi kering, dimulai dari bagian bawah terus ke bagian atasSaran penanggulangan: Aplikasikan pupuk yang mengandung unsur nitrogen seperti pupuk kandang, urea (CO(NH2)2), Za ((NH4)2SO4), dan berbagai jenis pupuk daun.

2. Kekurangan Unsur Hara Fosfor
Gejala yang terjadi pada saat kekurangan unsur hara fosfor diantaranya:
– Terhambatnya pertumbuhan sistem perakaran, batang dan daun.
– Warna daun seluruhnya berubah menjadi hijau tua/keabu-abuan, mengkilap, selanjutnya mati.
– Hasil tanaman yang berupa bunga, buah dan biji merosot.
– Buahnya kerdil-kerdil, nampak jelek dan lekas matang.

Saran penanggulangan: Aplikasikan pupuk yang mengandung Unsur fosfor seperti pupuk kandang, pupuk daun, pupuk KCL, kalium sulfat atau ZK (K2SO4), KNO3 (potassium kalium nitrat), TSP, dan SP 36.

3. Kekurangan Unsur Hara Kalium
Defisiensi/kekurangan Kalium agak sulit diketahui gejalanya, karena jarang ditampakkan ketika tanaman masih muda. Hal ini dikarenakan gejala dimulai pada bagian tanaman yang tua. Gejala-gejala  kekurangan unsur hara kalium diantaranya:
– Daun-daun berubah jadi mengerut alias keriting
– Batang tanaman lemah dan pendek-pendek, sehingga tanaman tampak kerdil.
– Buah tumbuh tidak sempurna, kecil, mutunya jelek, hasilnya rendah dan tidak tahan disimpan.
– Pada beberapa tanaman seperti tanaman kelapa dan jeruk buahnya mudah rontok.
– Bagi tanaman berumbi, hasil umbinya sangat kurang.

Demikian yang bisa saya bagikan mengenai pengetahuan dasar menanam tanaman, baik di dalam tanah, media pot/polybag, maupun menanam secara hidroponik. Jika dirasa ada informasi yang kurang pas atau perlu ditambahkan mohon sudi untuk menyumbangkan sarannya melalui kolom komentar di bawah postingan ini demi kemanfaatan bersama.

Sumber : Lintang Sore

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s